PERBEDAAN AACR DAN RDA
Oleh:
Ni Putu Ratih Saptandari
1612311015 D3 Perpustakaan
ABSTRAK
Tugas ini dibuat
bertujuan untuk memperkenalkan apa itu AACR dan RDA yang ada dalam perpustakaan.
Tugas ini juga mendeskripsikan perbedaan
AACR dan RDA dimana dengan adanya tugas ini kita bisa membedakan apa saja yang
membuat AACR berubah menggunakan RDA dan
dengan tugas ini kita juga bisa mengetahui apa kegunaan AACR dan RDA pada
perpustakaan.
Kata Kunci : Pengertian Perpustakaan, Perbedaan AACR
dan RDA
LATAR BELAKANG
Perpustakaan adalah
sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, atau gedung itu sendiri yang digunakan
untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya digunakan untuk menyimpan buku dan
terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk
digunakan pembaca, bukan untuk dijual.
Katalog adalah daftar
koleksi perpustakaan. Katalog bisa disusun berdasarkan alfabetis nama
pengarang, judul, nama penerbit dan lain – lainnya. Katalog juga merupakan
presentasi ciri – ciri dari sebuah bahan pustaka atau dokumen. Katalog
berfungsi sebagai wakil karya dari bahan pustaka yang disusun dengan susunan
tertentu . Wakil ini mengarahkan kepada susunan yang ada di rak.
AACR ialah peraturan
katalogisasi yang pertama kali hasil kesepakatan antara ALA (American Library
Association) dan LA (Persatuan Perpustakaan Inggris). Atau pengerti lain AACR
adalah kode peraturan yang berhubungan dengan gambaran buku dan dokumen lainnya
dan mencatat semuanya dibawah nama pengarangnya atau dalam ketidak hadiran
kepengarangan. Sedangkan
AACR edisi 2 (AACR 2) berisi tentang pembuatan deskripsi catalog yang telah
disepakati bersama sejak tahun 1988 oleh Asosiasi Perpustakaan Amerika,
inggris, kanada dan Negara-negara lainnya yang tergabung dalam Internasional
Federation Library Association (IFLA).
RDA ( Resources Description and Access) merupakan
standar baru untuk mendeskripsikan sumber daya dan akses informasi yang
dirancang di era digital dan berbasis web yang akan melibatkan pencipta
metadata dan pengguna di luar sektor perpustakaan. RDA akan mendukung integrasi
cantuman katalog perpustakaan dengan metadata yang dihasilkan oleh masayarakat
lainnya.
Dalam hal katalog,
perpustakaan memiliki pedoman peraturan yang harus dipatuhi dalam pembuatan
katalog. Pedoman ini berlaku secara internasional dirumuskan oleh organisasi
perpustakaan internasional. Pedoman peraturan itu dinamakan AACR2 (Anglo
American Cataloging Rules 2nd Edition).
AACR2 merupakan
pedoman pengatalogan dunia perpustakaan yang dirumuskan pada tahun 1967.
Pedoman katalog itu disesuaikan dengan tujuan penyempurnaan katalog. Hal ini
disebabkan oleh berbagai kekurangan, seperti ketidakmampuan AACR2 menampung
informasi (jenis bahan pustaka digital) yang berkembang dimasa kini oleh
perkembangan perpustakaan dan informasi. RDA tidak hadir dalam bentuk cetak
seperti AACR2 tetapi hadir dengan versi web-based tool. RDA dapat menampung semua jenis bahan
pustaka baik itu dalam jenis tercetak maupun digital.
Pengertian
Perpustakaan dan Katalog
Perpustakaan adalah
sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, atau gedung itu sendiri yang digunakan
untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya digunakan untuk menyimpan buku dan
terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk
digunakan pembaca. (Sulistyo-Basuki, 1991:3).
Katalog adalah daftar
koleksi perpustakaan. Katalog bisa disusun berdasarkan alfabetis nama
pengarang, judul, nama penerbit dan lain – lainnya. Katalog juga merupakan
presentasi ciri – ciri dari sebuah bahan pustaka atau dokumen. Katalog
berfungsi sebagai wakil karya dari bahan pustaka yang disusun dengan susunan
tertentu . Wakil ini mengarahkan kepada susunan yang ada di rak.
Pengertian
AACR dan RDA
AACR ialah peraturan katalogisasi yang pertama kali
hasil kesepakatan antara ALA ( American Library Association ) dan LA (Persatuan
Perpustakaan Inggris ). Atau pengertian lain AACR adalah kode peraturan yang
berhubungan dengan gambaran buku dan dokumen lainnya dan mencatat semuanya dibawah
nama pengarangnya atau dalam ketidak hadiran kepengarangan. Sedangkan AACR
edisi 2 (AACR 2) berisi tentang pembuatan deskripsi catalog yang telah
disepakati bersama sejak tahun 1988 oleh Asosiasi Perpustakaan Amerika,
inggris, kanada dan Negara-negara lainnya yang tergabung dalam Internasional
Federation Library Association (IFLA).
AACR yang selama ini digunakan dibuat berdasarkan pengkategorian jenis
bahan pustaka. Dalam AACR ada bab-bab khusus untuk buku, terbitan berseri,
sound recording, motion pictures, electronic resources,dll. Struktur
masing-masing bab dibuat berdasarkan 8 area yang ada deskripsikan dalam ISBD (International
Standard Bibliographic Description). Saat ini
perbedaan jenis pustaka semakin kabur seiring perkembangan teknologi informasi
dan multi media.
RDA ( Resources Description and Access) merupakan
standar baru untuk mendeskripsikan sumber daya dan akses informasi yang
dirancang di era digital dan berbasis web yang akan melibatkan pencipta
metadata dan pengguna di luar sektor perpustakaan. RDA akan mendukung integrasi
cantuman katalog perpustakaan dengan metadata yang dihasilkan oleh masayarakat
lainnya.
RDA dibangun atas landasan AACR dan merupakan suatu
perangkat petunjuk dan instruksi untuk deskripsi (resource description)
dan akses yang mencakup semua jenis isi dan media. Standar baru ini
dikembangkan terutama untuk perpustakaan, namun JSC (Joint
Steering Committee) berkonsultasi dengan komunitas lain (arsip, museum, penerbit, pendidik, pedagang
buku, vendor Integrated Library Systems) supaya RDA searah dengan standar
metadata yang digunakan di komunitas tersebut.
RDA dirilis tidak dalam format tercetak seperti AACR
tetapi sebagai web-based tools yang didesain untuk kebutuhan dunia digital dan
bisa dicustomised sesuai dengan besar-kecilnya perpustakaan, jenis
perpustakaan, kebijakan perpustakaan, dll. Meskipun terdapat banyak perubahan
signifikan, RDA dibangun di atas fondasi AACR yang telah lama digunakan oleh
pustakawan untuk menghasilkan jutaan records di seluruh dunia sejak diterapkan
lebih dari beberapa dekade. RDA dibuat berdasarkan model konseptual Functional
Requirements for Bibliographic Records (FRBR), Functional Requirement for
Authority Data (FRAD), dan Functional Requirement for Subject Authority Records
(FRSAR). Model ini merupakan konsep entities, relationship, and attributes atau
metadata yang dikembangkan oleh IFLA.
Perbedaan
AACR dan RDA
Pertama adalah struktur. Struktur dari 2 pedoman pengatalogan nampak
perubahan besar yang terjadi pada RDA. AACR2
mempedomi pengatalogan dari jenis bahan pustaka konvensional yang
mengkhususkan jenis bahan pustaka seperti buku, pamfhlet, microform, terbitan
berseri, kartografi, manuskrip, music, rekaman video, rekaman audio. Namun, seiring dengan perkembangan informasi
global, pedoman katalog AACR2 tidak mampu mendukung lagi. Hali ini disebabkan
oleh sebagai kekurangan, seperti ketidakmampuan AACR2 menampung informasi
(jenis bahan pustaka digital) yang berkembang dimasa kini oleh perkembangan
perpustakaan dan informasi. Sedangkan RDA
merupakan pedoman pengatalogan yang dirumuskan untuk menggantikan AACR2 yang
tidak mampu menampung perkembangan dunia informasi. RDA tidak hadir dalam
bentuk cetak seperti AACR2 tetapi hadir dengan versi web-based rool. RDA dapat
menampung semua jenis bahan pustaka baik itu dalam jenis tercetak maupun
digital. RDA tidak mengkhususkan objek yang dideskripsikan, Namun, RDA hanya
pada objek yang digambarkan untuk pendeskripsian menggunakan FRBR sebagai
konseptual dari RDA. Jadi, RDA dapat digunakan pada semua jenis bahan pustaka
baik digital maupun manual atau tradisional. RDA berkonsep pada functional
Requirement Bibliographic Record (FRBR) yang memiliki empat konsep dalam
mengindentifikasi bahan informasi, yaitu work, relationship, expression, dan
item.
kedua level of organization AACR2 memiliki delapan daerah publikasi yang
selama ini dipakai dalam pedoman pendeskripsian bahan pustaka. Namun RDA tidak
memiliki hal tersebut. Dalam hal pendeskripsian RDA memakai core element,
terdiri dari duabelas elemen yang fleksibel. Dalam contoh-contoh RDA yang
dimuat dalam situs resmi RDA www.RDAtoolxit.org memperlihatkan tidak semua core
element mesti ada, tidak hanya dua belas saja tapi lebih dari dua belas atau
kurang.
ketiga Categorization of resourses merupakan indikator bentuk dari objek yang
digambarkan atau yang dideskripsikan. Pada AACR2 terdapat GMD (General Material
Description) merupakan bentuk dari bahan pustaka yang dideskripsikan. GMD
dengan penggunaan RDA tidak dipakai lagi, seiring dengan hal itu diganti dengan
tiga kategori, yaitu media type, carrier type, content type. Ketiga kategori
tersebut memenuhi materi dari objek pendeskripsian. Media type untuk audio,
computer, microfrom dan video. Carrier type untuk film reel, filmstrip,
overhead transparency dan slide. Content type untuk cartographic, notated music
dan text.
keempat singkatan, singkatan dalam pendeskripsian bahan pustaka
dipakai dalam AACR2. Singkatan-singkatan seperti illus., ed. dan lain-lain
tidak dipakai lagi dalam RDA. RDA cenderung mendeskripsikan bahan pustaka
dengan tidak memakai singkatan. Upaya ini dilakukan agar pengguna dapat
memahami deskripsi bahan pustaka tersebut.
Jika
dibentuk tabel perbedaan AACR2 dan RDA adalah
|
No.
|
AACR2
|
RDA
|
|
1
|
Terbit hanya dalam versi cetak
|
Terbit dalam versi cetak dan Online
|
|
2
|
Dibagi berdasarkan jenis bahan
Perpustakaan
|
Dikembangkan dalam bentuk netral tidak
berdasarkan jenis bahan perpustakaan
|
|
3
|
Tingkatan deskriptif (levels of
deskription)
|
Berdasarkan elemen inti (core element)
|
|
4
|
Penggunaan GMD
|
Tidak mengunakan GMD di kembangkan
berdasarkan content, carrierdan media type
|
|
5
|
Entri utama (Main entry)
|
Titik akses kepengarangan (Authorised
access point)
|
|
6
|
Deskripsi berdasarkan ISBD
|
Deskripsi berdasarkan FRBR
|
KESIMPULAN
AACR ialah peraturan katalogisasi
yang pertama kali hasil kesepakatan antara ALA ( American Library Association )
dan LA (Persatuan Perpustakaan Inggris ). Atau pengertian lain AACR adalah kode
peraturan yang berhubungan dengan gambaran buku dan dokumen lainnya dan mencatat
semuanya dibawah nama pengarangnya atau dalam ketidak hadiran kepengarangan.
RDA ( Resources
Description and Access) merupakan standar baru untuk mendeskripsikan sumber
daya dan akses informasi yang dirancang di era digital dan berbasis web yang
akan melibatkan pencipta metadata dan pengguna di luar sektor perpustakaan. RDA
akan mendukung integrasi cantuman katalog perpustakaan dengan metadata yang
dihasilkan oleh masayarakat lainnya. AACR mengkhususkan jenis bahan pustaka seperti buku, pamplet, microform,
terbitan berseri, kartografi, manuskrip, music, rekaman video, rekaman audio.
Sedangkan RDA merupakan pedoman
pengatalogan yang dirumuskan untuk menggantikan AACR2 yang tidak mampu
menampung perkembangan dunia informasi. Jadi dengan adanya RDA sangatlah cocok dipakai dalam masa kini,
RDA lebih jelas dalam pendeskripsian data bibliografis. RDA dapat mempermudah pemustaka dalam memperoleh
informasi dengan memakai deskripsi yang jelas.
SARAN
Sebagai calon
pustakawan atau seorang pustakawan kita harus bisa membedakan AACR dan RDA agar
bisa mempermudah pemustaka dalam memperoleh informasi dengan mudah dan menambah
wawasan untuk mengembangkan perpustakaan.
DAFTAR PUSTAKA
Febriyani23. (2013, November). Definisi Perpustakaan
Menurut Para Ahli. Diakses 25 Mei 2017 dari
Lika likutri. (2011, Desember). Makalah AACR dan RDA. Diakses 25 Mei 2017 dari
Hilda safitri. (2015, April). Perbedaan
AACR2 dan RDA. Diakses 25 Mei 2017 dari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar