Rabu, 12 Oktober 2016

Negara Merdeka Rakyat Kecil Belum Merdeka








Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.

Video ini menggambarkan tentang bagaimana perjuangan seorang guru di daerah plumbon, Indonesia dan keadaan di plumbon sampai saat ini. Semenjak terjadinya semburan lumpur panas yang mengakibatkan tenggelamnya 16 desa di 3 kecamatan,  10 tahun sudah dirasakan masyarakat untuk  merelakan hilangnya tempat tinggal mereka. Semua berawal dari pengeboran salah satu Perusahaan di Indonesia. Pemerintah dianggap tidak serius menangani kasus luapan lumpur panas ini. Masyarakat menjadi korban yang paling dirugikan, karena mereka harus mengungsi dan kehilangan mata pencarian tanpa adanya kompensasi yang layak. Semburan ini membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat sekitar maupun bagi aktivitas perekonomian di Jawa Timur. 
Desa Bindi, Mochammad Hadius adalah seorang Guru di SDN Plumbon 1. Ia harus hidup prihatin dengan menempati salah satu ruangan kelas untuk tempat tinggalnya. Dia masih berjuang mendapatkan hak yang seharusnya didapatkan oleh seorang guru yang mengabdi untuk membuat anak didiknya bisa belajar sebagaimana anak – anak yang lainnya. Cara apapun dilakukan agar anak didiknya mau bersekolah. Kewajiban yang dilakukan setiap hari oleh pak Mochamad mengajar untuk meningkatkan pendidikan anak didiknya. Untuk sampai kesekolah tidaklah mudah, mereka  harus menyeberangi sungai penatar sewu setiap hari. Karena akses jalur darat sangat sulit dilewati, jika memakai jalur darat bisa memakan waktu 2 Jam karena jalannya becek, berliku-liku, dan tidak rata. Semenjak tahun 2013 dinas pendidikan sidoarjo memberi bantuan berupa perahu. Masyarakat hanya perlu mengeluarkan biaya bahan bakar dan honor tukang perahu, sehingga kesekolah bisa memakai jalur sungai yang membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai disekolah. Sejak tahun 2011, SD Negeri Plumbon 1 porong sidoarjo berstatus layanan khusus sulit terjangkau. Disekitar sekolah tidak ada penduduk, hanya terdapat tambak udang milik warga. Metode belajar di sd pada umumnya tidak bisa diterapkan karena saat tiba disekolah anak – anak sudah terlalu lelah. 

Kemerdekaan sejatinya belum didapatkan, karena mereka belum mendapatkan fasilitas yang layak. Perubahan sosial yang dilakukan oleh pak mochammad hadius sudah terjadi karena pak mochammad hadius memiliki tekad untuk mengajak anak didiknya agar bisa mengenal pendidikan lebih dalam. Sebenarnya pendidikan murid didiknya belum merata, jarak yang terlalu jauh membuat murid malas untuk melakukan aktivitas belajar. Semenjak kejadian lumpur lapindo, pendidikan menjadi terhambat. Pemerintah seharusnya merata memberikan sumbangan untuk membangun fasilitas yang layak bagi pendidikan di sidoarjo. Selain itu pentingnya peran pemerintah bisa membangun semangat masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan yang terjadi selama 10 tahun belakangan ini.  Semangat yang ditunjukan Pak Mochamad Hadius menjadi contoh sebagian kecil pendidikan Indonesia yang belum merata.


12 komentar:

  1. bagus sekali sangat mengisnpirasi

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. vidio dan deskripsinya sesuai sekali

    BalasHapus
  4. baguss.. informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. sangat menginspirasi sekali bagaimana perjuangan seorang guru

    BalasHapus
  6. wahh deskipsinya sangat bermannfaat ...
    ditunggu postingan berikutnya...

    BalasHapus
  7. bagus...
    posingannya mendorong para pelajar agar lebih giat belajar walaupun mengalami keterbatasan fasilitas.

    BalasHapus
  8. ulasan yang menarik dan menambah wawasan :)

    BalasHapus
  9. ulasan yang menarik dan penting untuk di pahami

    BalasHapus