MANFAAT KATALOG:
DULU DAN KINI
Oleh:
Ni Putu Ratih Saptandari
1612311015 D3 Perpustakaan
ABSTRAK
Tugas ini dibuat bertujuan untuk mengetahui perubahaan manfaat katalog dari
dulu dan kini. Dimana dengan adanya tugas ini banyak yang akan mengetahui
perubahan katalog dulu yang menggunakan katalog manual dan kini sudah berubah menggunakan katalog digital dimana bisa
memberi gambaran bahwa perpustakaan kini sudah lebih mudah mencari buku. Dan
memberi informasi bahwa kini katalog sudah menjadi alat bantu untuk menelusuri
informasi.
Kata Kunci : Pengertian
Katalog, Manfaat Katalog Dulu dan Kini
LATAR
BELAKANG
Katalog merupakan daftar dari koleksi
perpustakaan atau beberapa perpustakaan yang disusun secara sistematis,
sehingga memungkinkan pengguna perpustakaan dapat mengetahui dengan mudah
koleksi apa yang dimiliki oleh perpustakaan dan dimana koleksi tersebut dapat
ditemukan. Bahan pustaka meliputi buku, terbitan berkala, slide, piringan
hitam, pita kaset, microfilm, CD ROM dll.
Penggunaan katalog
sangatlah banyak manfaatnya bagi pengguna. Katalog merupakan wakil dari bahan
pustaka yang dimilki oleh perpustakaan, maka katalog dapat memberikan informasi
mengenai bahan pustaka tersebut. Katalog juga dapat mempercepat dan mempermudah
kegiatan penelusuran informasi terhadap bahan pustaka. Selain katalog manual
(kartu), katalog juga terdapat dalam bentuk online (digital). Kedua jenis
katalog ini mempunyai keunggulan dan kelemahannya masing – masing. Hal inilah
yang menarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai katalog tersebut.
Katalog Manual adalah suatu daftar yang sistematis dari buku dan bahan –
bahan lainnya dalam suatu perpustakaan, dengan informasi deskriptif mengenai
pengarang, Dalam katalog manual terdiri dari 3 jenis yaitu Katalog Kartu, Katalog
Buku, Katalog Berkas.
Katalog digital adalah suatu sistem temu balik informasi berbasis
komputer untuk menemukan kembali koleksi yang ada disuatu perpustakaan. OPAC
(Online Public Access Catalogue) ini merupakan sistem katalog
terotomasi,sehingga katalognya disimpan dalam bentuk yang terbaca mesin serta
dapat diakses secara online oleh pengguna perpustakaan melalu terminal dan
menggunakan perangkat lunak yang mudah dioperasikan. Manfaat Katalog
digital penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan
tepat.
Keberadaan katalog manual untuk saat ini sudah banyak yang enggan
menggunakannya, bahkan mungkin pengunjung lebih memilih mencari langsung ke rak
dari pada dari pada harus mencari dulu di katalog manual. Diperpustakaan,
katalog manual biasanya berada dilokasi yang mudah dijangkau oleh pengunjung,
dan biasanya berada dikotak yang telah dibuat oleh petugas perpustakaan.
Keberadaan katalg manual sampai kapanpun akan dipertahankan, Katalog Manual adalah suatu daftar yang sistematis dari buku dan bahan –
bahan lainnya dalam suatu perpustakaan, dengan informasi deskriptif mengenai
pengarang, Dalam katalog manual terdiri dari 3 jenis yaitu Katalog Kartu,
Katalog Buku, Katalog Berkas.
Katalog perpustakaan
dari waktu ke waktu selalu mengalami inovasi dan perubahan. Inovasi ini
dimaksudkan untuk memberi kemudahan bagi para pemustaka dalam menemukan
informasi yang diperlukan secara cepat dan akurat.
Pengertian
Katalog
Katalog berasal dari
bahasa Indonesia berasal dari kata Catalog dalam bahasa Belanda, serta
Catalogue dari bahasa Inggris. Istilah catalog itu sendiri berasal dari frase
Yunani Katalogos. Kata bermakna
sarana atau menurut, sedangkan logos memiliki
berbagai arti seperti kata, susunan, alasan dan nalar. Jadi katalog dari segi
kata bermakna sebuah karya dengan isinya disusun menurut cara yang masuk akal. Dari
definisi dapat disimpulkan bahwa katalog merupakan daftar dari koleksi
perpustakaan atau beberapa perpustakaan yang disusun secara sistematis,
sehingga memungkinkan pengguna perpustakaan dapat mengetahui dengan mudah koleksi
apa yang dimiliki oleh perpustakaan dan dimana koleksi tersebut dapay
ditemukan. Bahan pustaka meliputi buku, terbitan berkala, slide, piringan
hitam, pita kaset, microfilm, CD ROM dll.
Pengertian Katalog
menurut para ahli: Katalog berarti daftar berbagai jenis koleksi perpustakaan
yang disusun menurut sistem tertentu. (Fathmi, 2014), suatu daftar yang
sistematis dari buku dan bahan – bahan lain dalam suatu perpustakaan dengan
informasi deskriptif mengenai pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, bentuk
fisik, subyek, cirri khas bahan dan tempatnya. (Gates), Katalog perpustakaan
adalah daftar buku atau koleksi pustaka dalam suatu perpustakaan atau dalam
suatu koleksi. (Sulistyo Basuki, 1991), Katalog perpustakaan merupakan suatu
rekaman atau daftar bahan pustaka yang dimiliki oleh suatu perpustakaan atau
beberapa perpustakaan yang disusun menurut aturan dan sistem tertentu. (Dasar –
dasar Ilmu Perpustakaan, 2003).
Katalog
perpustakaan dari waktu ke waktu selalu mengalami inovasi dan perubahan.
Inovasi ini dimaksud untuk memberi kemudahan bagi para pemustaka
dalam menemukan informasi yang diperlukan secara cepat dan akurat.
Perkembangan
Katalog
Pada tahun 1914 Angkatan laut Amerika mulai membuat
daftar barang-barang militer. Daftar ini kemudian dipublikasikan oleh “Naval
Depot Supply and Stock Catalog “. Meskipun katalog tersebut masih merupakan
tindakan percobaan, namun Angkatan Laut Amerika merasakan bahwa manfaat katalog
tersebut sangat besar dalam penentuan perang dunia
I.
Dari pengalaman perang ini dapat ditarik kesimpulan
bahwa sistem katalog yang seragam akan sangat bermanfaat.
Pada tahun 1929, sistem katalog yang tadinya dimulai
di Angkatan Laut, kemudian berkembang dilingkungan pemerintah Amerika. Pada
tahun ini pula Presiden Hoover memutuskan bahwa “Federal Standard Stock
Catalog” untuk pemerintah berada dalam Departemen Keuangan. Pada saat itu
dilingkungan militer, tidak terdapat barang-barang umum. Sedangkan dinas-dinas
lainnya mengidentifikasi dan mengklarifikasi barang dengan cara sendiri-sendiri
dengan sistem yang berbeda. Yang penting beberapa instansi ini mempunyai
katalog barang mereka sendiri.
Pada
tahun 1932 presiden Roosevelt berusaha mengembangkan sistem katalog di
Amerika yang seragam. Dan pada tahun 1935 President memutuskan
suatu peraturan bahwa “Federal Standard Stock Catalog” diberikan untuk
seluruh negara Amerika ,ini berarti bahwa sistim catalog yang seragam mutlak
perlu dilaksanakan dalam setiap Departemen. Dengan demikian setiap
departemen dalam hal pemberian nama ,diskripsi,klasifikasi serta penomoran
barang dalam sistem katalog harus menggunakan cara yang seragam ,dengan
ketentuan ini sistem katalog di Amerika sudah berjalan ,
namun kenyataanya masing – masing instansi masih menggunakan
caranya sendiri dalam mengkatalogkan barang. Sistim ini berlangsung sampai
perang dunia II.
Dari suatu data statistik dapat dilihat antara
tahun 1930 sampai dengan tahun 1935 diterbitkan suatu katalog sebanyak
155,000 items, sesudah tahun 1935 jumlah tersebut
bertambah
menjadi 195.000 berarti jumlah total 350.000 items. Dari jumlah tersebut
120.000 items adalah dobel, berarti jumlah yang benar (350.000-120.000) =
230.000 items. Dengan banyaknya daftar katalog barang yang dobel tersebut,
berarti bahwa katalog – katalog yang dibuat tersebut tidak bermanfaat.
Selama perang dunia II di
lingkungan pemerintah Amerika terdapat berbagai sistem
katalog yang berbeda . Angkatan Darat dan Marinir mengunakan
sistem katalog yang berbeda. Demikian pula dengan
instansi militer lainya menggunakan sistem sendiri- sendiri.
Sesuai perkembangan teknologi, banyak “new
items” yang dihasilkan oleh pabrik dan masuk ke dalam sistim
pembekalan militer. Barang baru yang masuk dalam pembekalan militer
akhirnya tak dapat di bina dengan baik. Banyak masalah baru yang
timbul begitu komplek, akibat dari setiap instansi militer
membuat katalog dari suatu barang yang sama,
Namun dengan
nama dan nomor serta diskripsi yang berbeda. Kesemrawutan ini menyebabkan
akibat yang serius. Karena perbedaan dalam penyebutan nomor, serta diskripsi
barang terhadap item yang sama, mengakibatkan lemahnya atau tidak seragamnya
dukungan pembekalan. Akibat dari ini maka orang – orang yang bertugas dalam
sistem dukungan pembekalan selalu mendapat tugas yang tidak sukses.
Pada tanggal 18 Januari 1945 Roosevolt
mengakui bahwa kesemrawutan katalog Amerika mengakibatkan
pemborosan keuangan dan membahayakan keamanan negara . Pada saat itu pula
diperintahkan seluruh Amerika untuk mengadakan persiapan guna melaksanakan
komoditi katalog yang standard. Seluruh instansi pemerintah harus
menggunakan katalog standard tersebut.
Presiden Truman
menggunakan sistem ini lebih lanjut, dengan melaksanakan
kerja sama antar departemen melalui persetujuan kerja sama.
Pada tanggal 3 Juli 1947 Angkatan Darat dan Angkatan
Laut membentuk sistem Cataloging yang sama.
Pada tanggal 1 Juli 1952 dengan Undang-Undang nomor :
436 Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika (DOD) mengesahkan “The Defense
Cataloging and Standarization Aet” (Undang-udang Katalogisasi dan Standarisasi
Pertahanan). Pada saat ini ditetapkan bahwa sistem penomoran barang menggunakan
“Federal Stock Number” (FSN). Sistem katalog DOD dan Departemen Sipil berkembang
menjadi sistem yang integral, sistem ini merupakan sistem yang luas dan terdiri
dari berbagai kegiatan.
Adalah sangat penting untuk membentuk wadah
organisasi, menyusun tugas dan tanggung jawab organisasi tersebut dalam
melaksanakan berbagai kegiatan pembekalan. Kemudian setiap item harus
diidentifikasi dan disusun diskripsinya. Akhirnya sistem katalog yang
sudah mulai terbentuk harus jaga kelangsungannya, sebab setiap hari terdapat
“New item” yang muncul maupun yang sudah tidak dipakai harus dihapus dari
sistem katalog ini.
Pada tahun 1956 beberapa negara kelompok NATO ikut
menggunakan sistem (FSN). Mulailah kode Federal Stock Number (FSN) berubah
menjadi “Nato Stock Number” (NSN).
Pada tanggal 1 Januari 1962 “Defense Logistics
Services Center” (DLSC) dibentuk. DLSC ini merupakan pusat kegiatan
katalog Amerika serta negara-negara NATO.
Pada tahun 1965 seluruh katalog barang dengan stock
number (baik yang Federal maupun NATO System) diproses dengan komputer.
Pada tahun 1975 sistem NSN diresmikan penggunaannya
oleh pemerintah Amerika dan berlaku pula untuk negara-negara Eropa dalam bentuk
blok NATO. Bulan-bulan berikutnya hampir seluruh negara Eropa (kecuali Blok
Timur) menggunakan NSN. Sistem ini kemudian diikuti oleh negara-negara Asia,
Afrika dan Amerika Latin. Indonesia (TNI AU) resmi menggunakan sistem ini mulai
tahun 1983 (meskipun sebelumnya sudah menggunakan NSN).
Manfaat
Katalog Dulu dan Kini
Katalog Manual adalah suatu daftar yang sistematis dari buku dan bahan –
bahan lainnya dalam suatu perpustakaan, dengan informasi deskriptif mengenai
pengarang, Dalam katalog manual terdiri dari 3 jenis yaitu Katalog Kartu,
Katalog Buku, Katalog Berkas. Masing – Masing pengertian dari katalog tersebut
:
1. Katalog Kartu adalah bentuk katalog bentuk katalog perpustakaan yang
semua deskripsi di bibliografinya dicatat pada kartu berukuran 7,5 x 12,5 cm.
Katalog kartu disusun secara sistematis pada laci katalog. Katalog kartu masih
banyak digunakan pada berbagai jenis perpustakaan di Indonesia hingga saat ini.
2. Katalog Buku adalah katalog tercetak atau katalog buku berbasis
cetakan computer. Pada katalog buku terdapat sejumlah entri yang tercetak pada
setiap halaman. Dengan demikian katalog bentuk buku dapat dicetak sesuai dengan
kebutuhan.
3. Katalog Berkas adalah kumpulan kertas atau kartu dalam bentuk
selembar kertas berukuran 7,5 x 12,5 cm atau 10 x 15 cm. Masing – masing lembar
berisi data katalog. Pada bagian kiri diberi lubang, kemudian diikat atau
dijilid. Pada bagian depan dan belakang diberi karton tebal berfungsi sebagai
pelindung. Setiap berkas dapat membuat antara 500 hingga 600 lembar yang sudah
dijilid kemudian disusun menurut nomor berkas.
Manfaat Katalog dulu bisa disebut
Katalog Manual yang dimana manfaat katalog dulu Praktis
Sehingga setiap kali penambahan buku tidak akan menimbulkan masalah
karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran
kartu yang ada, Tidak dipengaruhi faktor luar misalnya terputusnya aliran listrik
dan kemungkinan rusak sangat kecil terkecuali jika perpustakaan terbakar. Dapat
dicetak sesuai kebutuhan dapat diletakkan diberbagai tempat serta mudah
disebarluaskan diperpustakaan lain. Entri pada katalog berbentuk buku dapat
ditemukan dengan cepat, mudah menyimpannya, mudah menanganinya dan bentuknya
ringkas dan rapi. Tetapi
untuk mencari buku mencari informasi maupun data membutuhkan
waktu yang cukup lama karena sifatnya yang manual dan kita tidak bisa langsung
mencari buku secara bersamaan.
Adapun kekurangan dari katalog manual adalah
satu laci katalog hanya menyimpan satu entri saja, sehingga pengguna sering
antri menggunakannya terutama bila melakukan penelusuran melalui entri yang
sama. Sulit menggunakannya jika berada pada jumlah yang besar, karena harus
memilah – milah jajaran kartu sesuai urutan indexnya.
Katalog digital adalah suatu sistem temu balik informasi berbasis komputer
untuk menemukan kembali koleksi yang ada disuatu perpustakaan. OPAC (Online
Public Access Catalogue) ini merupakan sistem katalog terotomasi,sehingga
katalognya disimpan dalam bentuk yang terbaca mesin serta dapat diakses secara
online oleh pengguna perpustakaan melalu terminal dan menggunakan perangkat
lunak yang mudah dioperasikan.
Manfaat Katalog kini (Katalog Digital) penelusuran informasi dapat
dilakukan dengan cepat dan tepat dalam mendapatkan informasi, penelusuran data
dilakukan dimana saja tidak harus datang ke perpustakaan, menghemat waktu dan
tenaga, pengguna dapat mengetahui keberadaan koleksi dan status koleksi apakah
sedang dipinjam atau tidak, pengguna mendapatkan peluang lebih banyak dalam
menelusuri bahan pustaka, dapat menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan,
meningkatkan layanan perpustakaan, kebeeradaan perpustakaan diketahui
masyarakat luas. Kemajuan teknologi informasi dapat dimanfaatkan dalam layanan
perpustakaan untuk lebih memperlancarkan, mempercepat dan mempernyaman layanan.
Dengan teknologi informasi, semua koleksi pustaka dibeberapa perpustakaan yang
berjauhan dapat diintegrasikan sehingga mempermudah pencarian pustaka oleh
pengguna manapun melalui jaringan internet. OPAC juga dapat memberi informasi
tentang jumlah ketersediaan jumlah eksemplar pada setiap judul bahan pustaka.
Melalui OPAC pemustaka juga dapat mengetahui kapan buku yang dipinjam harus
kembali, jumlah denda, dan sejarah peminjaman juga dapat diketahui lewat OPAC.
Pemesanan buku juga dapat dilakukan lewat OPAC. Katalog digital juga dapat
digunakan dengan memakai teknologi internet melalui perangkat web browser
(internet explorer, operta, Mozilla dan sebagainya).
Adapun kekurangan dari Katalog Digital Apabila bahan pustaka yang belum
masuk ke database pengguna mengalami kesulitan dalam melakukan penelusuran, dan
juga jika tergantung aliran listrik, bila listrik mati maka kegiatan
penelusuran bahan pustaka akan terganggu.
Untuk menunjang kegiatan penelusuran informasi bahan pustaka,
perpustakaan memerlukan alat bantu baik secara manual maupun menggunaan
computer yang disebut dengan katalog. Tanpa adanya alat telusur lokasi bahan
pustaka, pengguna tidak mungkin menemukan suatu bahan pustaka yang diinginkannya
diantara sekian banyaknya koleksi perpustakaan.
Sebelum OPAC muncul, telah ada berbagai bentuk katalog perpustakaan, dan
bentuk katalog yang paling luas digunakan ialah katalog kartu. Sejumlah
perpustakaan tertentu telah mulai mengkonversi katalog kartu dan beralih ke
bentuk OPAC. Perpustakaan mempunyai berbagai pertimbangan dan alasan untuk
beralih dari Katalog Kartu ke OPAC. Kepuasan pengguna merupakan salah satu
indikator keberasilan layanan perpustakaan. Umumnya, pengguna mengakui bahwa
ada tingkat kepuasan yang tinggi dengan OPAC. Pengguna lebih menyukai bentuk
OPAC dari pada katalog manual karena: a) menelusuran di katalog digital
menyenangkan, b) menelusur di OPAC menghemat waktu, c) OPAC menyediakan layanan
baru, dan d) OPAC menyediakan cirri khas yang baru.
Tampilan informasi bibliografi adalah hal lain yang utama yang membedakan
manfaat katalog digital dengan katalog manual. Bentuk dan isi cantuman
bibliografi pada katalog kartu selalu berada pada format yang sama, sedangkan
pada OPAC dimungkinkan pada format yang fleksibel, dengan kemungkinan tampilan
informasi bibliografi dalam berbagai variasi dan pada level yang berbeda.
Tingkat deskripsi bibliografi pada OPAC biasanya luwes dan bisa didesain sesuai
dengan kebutuhan pengguna. OPAC dapat diakses melalui terminal pada tempat yang
berbeda dari dalam atau luar gedung perpustakaan, melalui Local Area Networks (LAN) dan wide
area networks (WAN), sedangkan pada katalog manual hal itu tidak mungkin
dilakukan. Pengguna yang berbeda, yang berada didalam atau diluar gedung
perpustakaan dimungkinkan menggunakan system OPAC secara bersama, sekalipun
menelusur cantuman yang sama pada waktu yang bersamaan, sedangkan bisa
menggunakan katalog kartu, hal itu tidak mungkin dapat dilakukan. Kelemahan pengguna
system OPAC ialah dipengaruhi oleh
faktor luar seperti terputusnya aliran listrik. OPAC dinyatakan sebagai katalog
yang interaktif. Disebut interaktif karena system tersebut menyediakan
komunikasi antara pengguna dengan komputer dalam suatu mode atau cara yang
bersifat dialog.
Keberadaan katalog manual untuk saat ini sudah banyak yang enggan
menggunakannya, bahkan mungkin pengunjung lebih memilih mencari langsung ke rak
dari pada dari pada harus mencari dulu di katalog manual. Diperpustakaan,
katalog manual biasanya berada dilokasi yang mudah dijangkau oleh pengunjung,
dan biasanya berada dikotak yang telah dibuat oleh petugas perpustakaan. Keberadaan
katalg manual sampai kapanpun akan dipertahankan, keberadaan harus tetap ada
meskipun sudah semakin canggihnya teknologi yang ada. Jika kita menggunakan
katalog digital jika terjadi kerusakan komponen komputer kita bisa kehilangan
data yang ada, namun berbeda dengan katalog manual, jika tidak terjadi bencana
alam keberadaan katalog manual tetap aman. Perpustakaan mempunyai berbagai pertimbangan
dan alasan untuk beralih dari katalog kartu ke katalog
OPAC.
KESIMPULAN
Dalam perpustakaan
katalog diartikan sebagai daftar dari koleksi perpustakaan atau beberapa
perpustakaan yang disusun secara sistematis, sehingga memungkinkan pengguna
perpustakaan dapat mengetahui dengan mudah koleksi apa yang dimiliki oleh
perpustakaan dan dimana koleksi tersebut dapat ditemukan. Dengan menggunakan
katalog perpustakaan, dapat mempermudahkan para pengunjung perpustakaan dalam
menemukan buku yang mereka cari, serta memudahkan pencatatan pembukuan dan
pelaporan perpustakaan. Oleh karena itu sangatlah perlu kiranya katalog perpustakaan
untuk menunjang kinerja perpustakaan tersebut. Dengan segala keterbatasan dan
keunggulan masing – masing maka katalog perpustakaan sampai saat ini dan sampai
kapanpun masih sangat dibutuhkan perpustakaan. Karena
Katalog manual dan katalog digital memiliki fungsi dasar yang sama yaitu
sebagai sarana temu balik informasi.
SARAN
Sebaiknya kita dapat mengetahui
manfaat katalog karena perkembangan manfaat dulu dan kini berbeda karena
dulu kita masih susah untuk mencari buku baik diperpustakaan, toko buku, atau
perusahaan dan manfaat katalog kita lebih mudah untuk mencari buku dengan
adanya OPAC atau disebut dengan Online Public Access Catalog untuk
memastikan apakah perpustakaan menyimpan karya tertentu untuk mendapatkan
informasi tentang lokasinya. Jadi penting sekali kita mengetahui tentang
perkembangan perpustakaan yang kini sudah semakin bagus dan membantu kita lebih
mudah mencari buku.
DAFTAR PUSTAKA
Adiputakawan.
(2013, Mei). Pengertian Katalog dan
Katalogisasi, Bentuk dan Fungsi. Diakses 12 Februari 2017
Shakkel.
(2010, November). Sejarah Katologisasi. Diakses
12 Februari 2107
Donyprisma. (2016, Juni). Katalog Perpustakaan. Diakses 12
Februari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar